728x90 AdSpace

Latest News

Friday, August 22, 2014

Bekam, Cara Cerdas Atasi Radikal Bebas

dr. Wahyudi Widada, M.Ked dan Candra P. Pusponegoro
Salah satu penyebab penyakit adalah karena banyaknya timbunan oksidan di dalam tubuh. Mengatasi oksidan ini biasanya dengan pemberian antioksidan secara rutin. Meskipun begitu, tidak berarti oksidan ini benar-benar hilang dari badan.

“Oksidan memang harus dikeluarkan. Kalau tidak, ia akan menjadi biang onar yang menimbulkan berbagai ketidaknyamanan,” ujar dr. Wahyudi Widada, M.Ked kepada wartawan belum lama ini.

Oksidan muncul karena “kekalahan” sistem daya tubuh dengan penyerang dari luar tubuh manusia. Sistem daya tahan tubuh terdiri dari leukosit, hormon, dan enzim dikalahkan oleh penyerang dari luar tubuh. Seperti bakteri, virus, dan parasit. Akibatnya, daya tahan tubuh pun melemah.

Pemberian antioksidan sebetulnya hanya menjaga agar oksidan tidak bertambah tinggi, tetapi oksidan sendiri yang menjadi biang masalah tidak dikeluarkan dari tubuh.

Di kalangan medis sendiri, lebih mengutamakan pemberian antioksidan ini dibandingkan dengan mengeluarkan oksidannya.

“Selama ini para dokter tidak terlalu memperhatikan masalah oksidan. Mereka lebih banyak berkutat dengan penyebab penyakitnya," ujar Wahyudi.

Metode untuk mengeluarkan oksidan dari tubuh dikenal dengan nama Oxidant Releasing Therapy (ORT), hijamah, bekam, terapi oksidan, canthuk, kop, atau yang lainnya.

Di Indonesia sendiri, metode tersebut sudah berkembang sejak zaman dulu. Teknik ini dilakukan dengan seperti kerja lintah yang menghisap darah manusia.

“Gigitan lintah itu 0,4 milimeter dan kemudian mengisap. Prinsip kerja yang sama diterapkan untuk ORT,” ujar Candra P Pusponegoro.

Pengobatan bekam semakin meramaikan dunia kesehatan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat, metode bekam sudah dilakukan oleh beberapa tokoh ternama di Hollywood.

Di antaranya aktris Demi Moore, Gwyneth Paltrow, dan Britney Spears yang juga pernah dibekam oleh Dr Petra Zizenbacher dari Vienna, Austria. Yakni seorang ahli pengobatan herbal yang menerapkan metode bekam (cupping) dan lintah (leech therapy).

Pengobatan ini menawarkan penyembuhan berbagai macam penyakit dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan pengobatan medis.

Pengobatan alternatif ini berasal dari Timur Tengah. Kata bekam sendiri merupakan terjemahan dari kata hijamah dalam Bahasa Arab yang merupakan asal kata dari al hajmu yang artinya berbekam.

Pemaknaan al hijamah atau bekam diartikan sebagai peristiwa penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung, mengeluarkan darah dari permukaan kulit dengan penggoresan. Dengan melakukan penghisapan atau vakumisasi maka terbentuklah tekanan negatif dalam cawan atau kop.

Sehingga terjadi cairan tubuh berlebih (sel darah merah mati) yang dibaluti toksin dihilangkan. Darah segar menjadi bersih dan jaringan otot yang mengalami stagnasi kembali normal. Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah diaplikasikan sejak ribuan tahun lalu.

Bekam dibedakan melalui dua jenis, yakni bekam kering dan basah. Bekam kering, proses bekam jenis ini dilakukan dengan menghisap permukaan kulit dan memijat tempat di sekitarnya tanpa mengeluarkan darah.

Bekam kering diyakini untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena penyakit penyebab nyeri punggung.

Sedangkan bekam basah, proses terapinya dilakukan setelah dilakukan bekam kering. Lalu dilanjutkan dengan menggores permukaan kulit dengan pisau bedah (steril) dan dihisap dengan alat kop (cupping set) untuk menyedot sel darah merah yang rusak.

Darah yang keluar merupakan sel darah merah yang sudah rusak akibat terpapar zat kimiawi. Masyarakat awam menyebutnya sebagai darah kotor.

Lamanya penghisapan 3-4 menit. Jika darah kotor sudah habis, indikasinya tidak keluar lagi pada permukaan yang digores tadi.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Bekam, Cara Cerdas Atasi Radikal Bebas Description: Rating: 5 Reviewed By: Terapi Oksidan
Scroll to Top